Instagram

nanura

Permainan Angan

04 Apr

(Source: stylerain)

26 Mar

Letter to Peter

Dear, Peter…

Sudah lama tak menyapamu, apa kabar, Peter? Tahu-tahu aku sudah menulis 2 note tanpa permisi. Maaf, ya.

I know you never upset to me, I know you’re my best friend, who always understands me.

Bagaimana keadanmu? Semoga kau sehat. Peter, usiaku semakin bertambah, tapi kau tetap saja anak kecil yang suka bertualang. Itu bisa dibilang curang! Well, aku iri sebenarnya.  Nyanyian bertempur bajak laut saja masih terngiang di telingaku. Aku ingat mimik wajahmu yang lucu, ambisi mengalahkan Kapten Barbados, Si bajak laut. Sayang, aku tidak bisa kembali bermain. Aku tidak bisa kembali ke masa itu.
Kini aku sudah dewasa, mereka bilang, sih, seperti itu karena usiaku sudah kepala dua. Jadi, aku harus membuat ladang padi sendiri, kemudian memancing ikan sendiri. Aku harus mandiri sekarang.
Capai? Jenuh? Keluhan itu pernah kurasa, lumrah kalau datang sesekali menghampiriku. Terkadang aku ingin kembali bermain, tapi aku harus memilih untuk memanen padi, kan? Apa kau merindukanku Peter? Sosokku tak lagi lihai bermain menyebar bintang, mengarungi samudera, melayang di tengah malam, bermain air dengan putri duyung, aku sudah berbeda sekarang.
Maaf, Peter kini aku telah dewasa, maaf kalau aku jarang menyapa.

Love,
Nadya yang selalu mengenangmu.

26 Mar

Manusia Jadi-Jadi-an

Aku seperti bukan manusia, minggu ini seperti ular yang berbisa. Amarah seperti harimau lapar setahun. Tak peduli sekitar, hanya dengan wajah serigala aku menatap. Tak peduli sekitar, hanya dengan hasrat binatang aku meratap. Semua nyali manusiaku luluh seminggu ini, emosi meraung tak menentu kujalani. Aku benci diriku, becermin tumbuh tanduk dan ekor. Aku mengutuk diriku, becermin lalu muncul taring. Meredam amarah, hasrat, dalam batin luar biasa berat. Lebih baik diam. Tak berkata. Lebih baik diam. Tak bertutur. Ya, lebih baik diam. Aku tahu aku harus kembali menjadi manusia. Tapi, masih kuatur napasku setelah berburu. Mungkin bukan sekarang, ada waktunya aku berubah wujud, berubah sikap, berubah menjadi manusia. Tunggu saja, maaf sikapku minggu ini.

25 Mar
Hidup adalah soal keberanian menghadapi yang tanda tanya. Tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar.

Soe Hok Gie (via indonesiasastra)

25 Mar
Seribu jari dari masa silam menuding kepadaku.Tidak. Aku tak bisa kembali.

W.S. Rendra (via indonesiasastra)

aku dan masa silam memang tak dapat dipisahkan. Ia menjadi bagian hidupku. bagian dari karakterku. Tapi tak ada cara untuk kembali, selain mengenang.

25 Mar

Kisah Andro

Diam, tapi punya keinginan berlari dan meyakini akan mencapai garis akhir. Diam, malu merana, malu berkeluh hanya menatap keinginan tanpa merengkuh.  “Aku nanti, mau jadi dokter,” kata Andro. Andro tahu apa yang menjadi asanya, menjadi panutan bertemu masa depan. Andro tahu yang ia sukai. Tetapi ia masih berdiam diri. Berdiam di pinggir kali tak berani melewati arus, tak berani meyeberang padahal daratan di sana lebih indah daripada tempat ia berpijak. Andro takut meratap pada kenyataan, takut pada cibiran sekitar yang menyangsikan asanya. Tapi….. asanya bukan sekadar asa, ia masih memiliki iman untuk berharap, “Suatu saat nanti, aku pasti jadi dokter,” katanya sembari melempar kerikil ke sungai.

Sempat ia menangis meragukan impiannya, meragukan citanya. Sempat ia menangis kalau-kalau cibiran sekitar menjadi nyata, menjadi bagian hidupnya. “Kamu mana cocok jadi dokter, tanganmu lebih cocok meraih kail daripada stetoskop,” kata mereka seakan kuping Andro teriris lidah mereka. Sempat ia ragu, kemudian menangis kembali. Di depan mereka, ia terlihat seperti bunga yang baru mekar, seperti embun masih lekat di kelopak, seperti bunga pagi yang cerah dengan aroma membius. Seperti itu Andro berupa depan taulannya.

Batas keraguan dan keyakinannya bisa dibilang  hanya sehelai rambut. “Aku tetap mau jadi dokter,” lirihnya sembari melempar kerikil ke sungai. Ia lupa sempat meragu…

  • Tagged:
  • Noted: 0 notes
  • Reblogged:
10 Jan aseaofquotes:

Paul Auster, The Brooklyn Follies

aseaofquotes:

Paul Auster, The Brooklyn Follies

30 Nov

chztn:

"Haru and Mina" | Hideaki Hamada

they get cuteness predicate :)

23 Nov
  • Tagged:
  • Noted: 0 notes
  • Reblogged: