Perempuan yang sukses itu bukan perempuan yang menjadi bos atau direktur, tapi seorang ibu rumah tangga yang bisa membawa suami ke tempat terbaiknya, bisa membawa anaknya meraih prestasi terbaik yang bisa diraih anak-anaknya, dan bisa terus mengayomi keluarganya di posisi terbaik dalam kondisi yang ada
Maudy Koesnaedi (via anindhito)
Merah 2
Dulu aku suka sekali memanggilmu Merah dan kamu memanggilku Jingga
Dulu aku senang, karena kupikir Jingga dan Merah ialah warna yang serupa
“Sama berarti jodoh,” itu kata mereka.
Ternyata aku salah, Jingga ialah warna turunan dari Merah, kadang gradasinya tak tampak. Jingga hanya bayangan dari Merah.
Ternyata aku salah, Merah telah disandingkan dengan putih.
Merah-Putih kesatuan warna yang serasi, banyak yang memuji.
Aku terlupakan, aku bisa apa Tuhan?
alter ego at 03.30 A.M
Merah 1
Kalau kutahu merah itu menakutkan
aku tidak akan mendengar, mencium, menghirup, memeluk, bahkan melihat
Kalau kutahu merah itu menakutkan
aku akan memilih hitam, putih, ungu, hijau, biru, abu-abu atau cokelat
kalau kutahu merah itu menakutkan
aku tidak akan menanam mawar merah
Kalau kutahu merah itu menakutkan
aku tidak akan membelah tubuhnya
aku takut darah…
ini ditulis jam 03.20 WIB saat gue suntuk ngerjain TA -__-
Penyihir Hati: Narasi Secangkir Kopi
Kedai pinggir jalan tersaji kopi panas-dingin sendok dan pemanis saling bekerja sama untuk menghancurkan tubuh kita
kepulan asap terus membubung tinggi-tinggi melebihi daripada harapan diri sendiri terus memasukkan dan memasakkan rahasia
senja melangkah pulang sebab malam akan datang lampu bulan…
just SAY it !: Percaya, ini nyata
Suatu hari nanti, kalian semua akan jatuh cinta tanpa dibuat-buat.
Tanpa perasaan posesif kekanak-kanakan atau rasa ingin pamer kasih sayang yang berlebihan.
Akan kalian temui seseorang yang membuat kalian jatuh hati tanpa alasan.
Yang membuat kalian tidak…
suatu hari nanti :) dan saya masih tetap menunggu. Menunggu karena percaya kalau dia akan datang.
Tahukah kamu,
Saat susah,sedih, dan saat rindu diam-diam menjadikan kamu lebih pendiam dikalangan manusia,
Saat itulah kamu menjadi hamba yang banyak berbicara bersama Tuhan.Lantas itulah kekuatanmu yang Allah titipkan dalam diam-diam. =)
(via theycallmeizrin)
(Source: penulisbuta)
Tanpa Rasa
Kamu pernah berpikir hidup tanpa rasa? Rasa suka, sedih, bahagia, gembira, marah, geram, dan semua rasa yang menjalar di hatimu lenyap. Hatimu hanya bekerja sebagai penetral racun saja dan tak lagi bekerja sebagai pencipta rasa. ini terdengar konyol.
Salah satu dosen pernah membagi pengalamannya dengan hidup tanpa rasa selama sebulan. Dosenku seorang wartawan, katanya konsep tanpa rasa ia lakukan dengan tujuan agar tulisannya tidak berbaur dengan opininya. Murni menulis berdasarkan apa yang ia lihat dan dengar. Ketika ada kecelekaan, ia dingin tak ada iba terhadap korban. Keji. Apa mungkin Hitler menjalani konsep tanpa rasa? Barangkali.
Konsep tanpa rasa bagiku sesuatu yang menarik. Coba bayangkan, menjalani hari tanpa terpengaruh dengan sekitar. Tak peduli apa yang dipikirakan masyarakat homogen tentang kamu. Tak peduli dengan sumpah serapah masyarakat egoisentris. Kamu tetap berjalan lurus ke depan, tak pernah menengok ke belakang, apalagi ke kanan atau kiri. Tak perlu sakit hati, kecewa, gembira, sedih. Karena semua rasa itu tanpa sadar membuatmu mabuk, tenggelam dan ketergantungan.
Aku pernah berpikir untuk mengikuti konsep itu. Hanya dengan alasan tidak ingin sakit hati karena jatuh cinta. Terlalu sempit memang pemikiranku. Sempit sampai tidak bisa membedakan mana yang terbaik atau yang terburuh sehingga membuatku jatuh. Hanya dengan alasan itu. Ya, hanya dengan itu. Kau boleh tertawa sekarang.
Dua Sisi
Saya merasa ketika saya bersama dengan seseorang, di sisi lain ada yang meninggalkan, merasa tersisih.
Ketika kamu senang, di sisi lain ada yang sedih. Ketika kamu teriak, di sisi lain ada yang berbisik. Seperti cinta selalu ada suka dan duka. Dua hal berbeda tanpa sadar selalu berjalan beriringan dan sulit terpisah.
Dan saya hanya bisa memilih satu dan terima resikonya. Apa ini hidup? Hidup terlalu abstrak untuk dijelaskan. Seperti aroma angin yang katanya membawa pesan kerinduan. Kerinduan yang dapat membuat orang terisak sekaligus tersenyum.
